Selama beberapa bulan ke belakang saya sering mengumpulkan tips-tips membersihkan rumah tangga dari sumber-sumber berbahasa Inggris. Bukan karena saya tidak cinta Indonesia, tapi memang karena konten tentang bahan-bahan pembersih alami lebih banyak yang berbahasa Inggris.
Karena artikelnya dari negara berbahasa Inggris, ini pastinya mempengaruhi konten. Terdapat bahan-bahan yang mungkin di daerah asalnya (AS, Canada, dsb) mudah didapat, tapi bagi kita di Indonesia belum tentu tersedia. Ini alasannya mengapa banyak saya sering memposting penggunaan baking soda dan cuka dapur, misalnya, karena banyak artikel dan buku berbahasa Inggris membahas tentang bahan-bahan tersebut.
Bersyukur saya punya teman diskusi dimana kami bereksperimen dan share pengetahuan bersama. Saya menyadari ada bahan-bahan yang di daerah tertentu tidak ada, tapi ini bukan berarti tidak ada bahan pembersih di daerah tersebut.
Sebutlah di perkampungan nenek temanku itu, di sana masih ada pengetahuan tentang menggunakan abu merang (abu dari pembakaran padi—setelah bulir padinya dipisahkan) untuk keramas. Beliau pulang membawa sebungkus besar abu merang dan membaginya bersamaku untuk dicoba. Lalu, ada juga info tentang keramas dengan lidah buaya. Di banyak daerah, lidah buaya kadang seperti hama karena saking mudahnya tumbuh dan menjalar kemana-mana. Dan banyak lainnya.
Saya ingin juga mencatat khazanah nenek moyang Indonesia dari berbagai pulau; bagaimana dulu mereka mencuci baju, menjaga keharuman pakaian, keramas, menjaga kebersihan gigi, dsb. Ini untuk menambah kaya khazanah keilmuwan kita dan menambah pilihan-pilihan kita untuk hidup bersih, sehat, dan hemat.
Saya menerima kisah-kisah Anda! Silahkan menceritakan daerah tempat Anda tinggal berikut dengan solusi-solusi pembersih dan perawatan pribadi dan rumah tangga alami yang Anda temukan.
Email saya di limbahrumahbersih@yahoo.co.id.
* Tulisan ini pertama kali diposting di http://limbahrumahbersih.wordpress.com/2013/09/22/lrb-ingin-lebih-nge-indonesia/, September 22, 2013
