Minggu, 22 September 2013

LRB Ingin Lebih Nge-Indonesia



Sumber Gambar: eresep.com
Selama beberapa bulan ke belakang saya sering mengumpulkan tips-tips membersihkan rumah tangga dari sumber-sumber berbahasa Inggris. Bukan karena saya tidak cinta Indonesia, tapi memang karena konten tentang bahan-bahan pembersih alami lebih banyak yang berbahasa Inggris.
Karena artikelnya dari negara berbahasa Inggris, ini pastinya mempengaruhi konten. Terdapat bahan-bahan yang mungkin di daerah asalnya (AS, Canada, dsb) mudah didapat, tapi bagi kita di Indonesia belum tentu tersedia. Ini alasannya mengapa banyak saya sering memposting penggunaan baking soda dan cuka dapur, misalnya, karena banyak artikel dan buku berbahasa Inggris membahas tentang bahan-bahan tersebut.
Bersyukur saya punya teman diskusi dimana kami bereksperimen dan share pengetahuan bersama. Saya menyadari ada bahan-bahan yang di daerah tertentu tidak ada, tapi ini bukan berarti tidak ada bahan pembersih di daerah tersebut.
Sebutlah di perkampungan nenek temanku itu, di sana masih ada pengetahuan tentang menggunakan abu merang (abu dari pembakaran padi—setelah bulir padinya dipisahkan) untuk keramas. Beliau pulang membawa sebungkus besar abu merang dan membaginya bersamaku untuk dicoba. Lalu, ada juga info tentang keramas dengan lidah buaya. Di banyak daerah, lidah buaya kadang seperti hama karena saking mudahnya tumbuh dan menjalar kemana-mana. Dan banyak lainnya.
Saya ingin juga mencatat khazanah nenek moyang Indonesia dari berbagai pulau; bagaimana dulu mereka mencuci baju, menjaga keharuman pakaian, keramas, menjaga kebersihan gigi, dsb. Ini untuk menambah kaya khazanah keilmuwan kita dan menambah pilihan-pilihan kita untuk hidup bersih, sehat, dan hemat.
Saya menerima kisah-kisah Anda! Silahkan menceritakan daerah tempat Anda tinggal berikut dengan solusi-solusi pembersih dan perawatan pribadi dan rumah tangga alami yang Anda temukan.
;)

Sabtu, 21 September 2013

Tiga untuk Mengurangi Peluang Terpengaruh Toxin



ImageKehidupan kita yang penuh dengan zat kimia berbahaya sudah menjadi kenyataan hidup sehari-hari.
Bayi baru lahir saja rata-rata sudah memiliki lebih dari 200 zat kimia berbahaya di dalam darahnya. Bayangkan bagaimana kehidupannya di usia 30-40-an? (ini berbicara tentang Anda dan saya)
Apa yang bisa kita lakukan?
Berikut ini hal-hal mendasar yang bisa kita lakukan untuk membentengi diri dan mengurangi (tidak bisa menghilangkan 100%) peluang tubuh kita terpapar toxin:
Image1) Makan makanan dan minuman yang sealami mungkin. Hindari makanan/minuman kemasan.
2) Filter air di rumah, termasuk air untuk mandi. Apalagi air minum, jangan ditanya, upayakan difilter.
3) Berpindahlah kepada pembersih rumah tangga alami. Stop pemakaian bahan pembersih kimia.
ImageLRB mengucapkan, selamat hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1434 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Asal Baking Soda Saat Ini

Baking SodaKini, semua baking soda di Amerika Utara diambil dari mineral trona, dimana cadangan terbesarnya berada di Green River, Wyoming. Trona terdiri dari sodium bikarbonat dan sodium karbonat. Bijih-nya dipindahkan dari tambang, dihancurkan, dibersihkan, dan dipanaskan untuk menghasilkan sodium karbonat. Sodium karbonat lalu dilarutkan dalam air dan karbon dioksida dilewatkan dalam larutan, menghasilkan kristal-kristal sodium bikarbonat. Kristal-kristal tersebut dicuci, dikeringkan, dan dikemas sebagai baking soda.
Menariknya, sodium bikarbonat juga diproduksi secara alami dalam tubuh manusia, tujuannya untuk menjaga tingkat pH dalam darah. Ia juga membantu menetralisir asam lambung sehingga kita tidak diganggu sakit maag; ia membantu pernafasan kita dengan memindahkan karbondiokasida dari jaringan ke paru-paru untuk dibuang; dan berada juga di air ludah, menetralisir plak gigi yang dapat merusak.
*
Diterjemahkan dari buku “The Dynamic Duo: Vinegar and Baking Soda”, M.B. Ryther, hlm. 39.

Ringkasan Hal yang Dapat Dilakukan dengan Bahan Sehari-hari

Benar-benar keren, apa yang bisa kita bereskan dengan bahan-bahan sehari-hari. Semoga gambar ini bermanfaat :) .

Serap Bau Tak Sedap


Baking Soda
Karena kondisi bangunan, ada beberapa ruangan di rumah yang memiliki bau tak sedap. Kondisi lembab, tertutup, kurang ventilasi, dan kurang cahaya menjadi di antara berbagai penyebab ruangan bau. Sudah digimana-gimanain masih aja gakenak. Pakai parfum kimia, memang bisa menutupi bau, tapi campuran parfum dan ruangannya bikin tambah tak sedap dan mengganggu pernafasan. Pakai bunga pun, tetap tidak mengatasi bau. Essential oil, memang bikin wangi, tapi hanya menutupi bau dan bersifat sementara.
Akhirnya aku menemukan solusi yang ternyata sangat simpel dan efektif. Aku saja kaget dengan hasilnya.
Begini, simpan baking soda (dalam kondisi kering) dalam wadah cantik, lalu simpan terbuka dalam ruangan yang bau. Aku berhasil menetralkan bau tiga ruangan di rumahku.
Ini juga bisa dilakukan di WC. Simpan saja baking soda di wadah cantik, seperti vas bunga, misalnya, lalu simpan di balik toilet—atau sudut lain yang aman (tidak akan terkena basah). Ganti setiap 3 bulan.
Di rumahku ada ember khusus baju kotor bayi. Asli deh, itu ember awalnya bau banget—bau pipis yang menyengat. Untung ada tutupnya—tapi tetap saja bau. Semenjak saya taburi baking soda di bawahnya, ember jadi tidak bau. Ketika bau tak sedap muncul lagi dari pakaian kotor yang terbaru, cukup taburi lagi sedikit baking soda di atasnya.  Ini juga bisa dilakukan untuk pakaian kotor yang tersimpan untuk dicuci di lain hari.
Baking soda itu punya kemampuan menyerap bau yang hebat!
Coba deh :) .

Pendahuluan Buku LRB



ImageSudah beberapa bulan ke belakang saya merangkum berbagai tips membersihkan rumah dan perawatan pribadi dengan bahan-bahan alami. Saat ini sudah setengah jalan, dan yang membuat lama bukanlah mengetiknya, tapi menguji-cobakan setiap tips tersebut dalam kehidupan saya pribadi.
It’s been a great experience!
Saya belum menemukan judul yang tepat untuk buku tersebut selain “Handbook untuk Pekerjaan Rumah Sehari-hari” (itu nama file-nya). Di bawah ini saya berikan ‘intipan’ bagian pendahuluan buku tersebut. Saya akan sangat menghargai masukan dari Anda, plus siapa tahu ada yang mau memberikan masukan judul yang catchy  ;) .
Bagian I – Baca Ini Dulu
Saat ini terdapat lebih dari 80.000 bahan kimia sintetis yang beredar di pasaran dan hanya beberapa ratus di antaranya telah di-ujicoba[1]. Bahan-bahan sintetis yang telah diujicoba menunjukkan hasil-hasil yang membuat kita mempertanyakan keamanannya. Di zaman saat ini dimana semua produk komersil pasti mengandung zat sintetis memiliki efek kumulatif, dimana memperparah/menyebabkan penyakit degeneratif setelah bertahun-tahun pemakaian, kita semua sampai pada satu pertanyaan, “Apa yang harus saya lakukan?”
Buku ini memberikan jawabannya. Bahan-bahan yang efektif dan ramah lingkungan itu ADA. Ingat, sebelum para perusahaan international memutuskan membuat berbagai produk sintetis, manusia sudah bertahan hidup selama ribuan tahun dengan bahan-bahan non-sintetis.
Ini adalah handbook untuk pekerjaan rumah sehari-hari dengan bahan yang ramah lingkungan, relatif mudah didapat, dan relatif mudah digunakan (kami bilang ‘relatif’ loh, ya…). Di antara pertanyaan yang ingin dijawab adalah (1) bahan-bahan apa yang digunakan, (2) bagaimana cara menggunakannya, dan (3) apa takaran yang sesuai.
Untuk pertanyaan yang pertama, sebenarnya bahan alami yang bisa digunakan ada banyak dan ada berbagai versi ‘resep’ namun demi mewujudkan ke-‘mudah’-an, maka hanya beberapa yang disebutkan di sini. Resep-resep yang lebih rumit membutuhkan waktu yang lebih lama dan butuh dibuat dalam jumlah yang cukup besar, dan dengan modal yang lebih besar, kurang cocok untuk penggunaan domestik yang mungkin hanya butuh dalam jumlah kecil, harga lebih murah, dan hemat waktu penyiapan. Kami pun merasakan ‘penderitaan’ ibu-ibu rumah tangga yang sibuk dan ingin menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga secepat, seefisien, dan seefektif mungkin. Adapun untuk pertanyaan kedua dan ketiga (cara menggunakan dan takaran yang sesuai) itulah kami tuangkan jawabannya dalam handbook ini, semoga dapat membantu.
Tentu saja ada banyak alasan mengapa Anda pribadi mau mempraktekkan tips-tips ini. Misalnya, ada orang yang ekstra sensitif dengan detergent, bahkan hingga pecah-pecah dan berdarah-darah kulitnya untuk melakukan hal sesederhana mencuci baju. Ada juga beberapa produk yang jika dibersihkan dengan detergent akan berkurang fungsinya, popok bayi jenis ‘clodi’ misalnya, yang akan berkurang daya serapnya jika dicuci dengan detergent. Bayi pun ada yang sensitif pernafasannya sehingga tidak kuat memakai pakaian yang dicuci dengan bahan-bahan pembersih dan pengharum yang beredar, atau bayi yang tidak bisa memakai bedak dan krim komersil. Atau, Anda mungkin hanya sekedar penasaran ingin meluaskan pengetahuan—mencari-cari inspirasi, membuka cakrawala—berbagai alternatif lain dalam merawat rumah dan tubuh Anda, siapa tahu bermanfaat dikala darurat. Ada beragam alasan mengapa seseorang mau membaca buku ini. Apa pun itu, semoga sebagian atau seluruh isi buku ini bisa bermanfaat untuk Anda.

[1] Mark Hyman, The UltraMind Solution: Fix Your Broken Brain by Healing Your Body First, 2009, US, Scribner, hlm. 66.

Hello Bloggers

Sudah hampir setahun blog LRB (Limbah Rumah Bersih) ada di Wordpress, dan itu masih blog utama kami. Tapi, demi mencapai juga para Blogger, kami memutuskan untuk membuka juga blog di blogspot.
Salam kenal!
Apa itu Limbah Rumah Bersih?
Berawal dari tulisan "Saya Ingin Berhenti Meracuni Dunia", LRB dimulai dengan target-target sederhana yang ingin dicapai, yaitu mengurangi limbah rumah tangga beracun, dan memberikan solusi-solusi sederhana pembersih dan perawatan rumah tangga sehari-hari. Selain menjaga lingkungan, juga menyehatkan para 'pelaku'-nya :).
Saat ini pendiri LRB sedang proses menulis handbook berisi tips-tips sederhana dan hemat merawat pribadi dan rumah tangga dengan bahan-bahan ramah lingkungan. Semoga rangkum akhir tahun 2013 ini.
Hubungi kami di limbahrumahbersih@yahoo.co.id atau facebook page Limbah Rumah Bersih. We'll be waiting for you!
That's all for now ^_^